Jumat, 15 Juni 2012

IF I COULD STAY

"If I could stay... then the night would give you up
Stay, and the day would keep it’s trust
Stay, and the night would be enough"

."if i could stay"..sekarang cuma itu yang bisa kukatakan.
kalau aja aku bisa memperbaiki apa yg udah kurusak
mungkin itu yang akan kulakukan

Aku telah merusak apa yang telah aku bangun dengannya selama hampir 4 tahun
yaaa..aku menghancurkan kamu dan kita.hanya untuk orang yang kini berhasil menghancurkanku
dan aku nggk pernah ada kesempatan benar-benar minta maaf kepadanya

Aku akui aku menyesal..,kalau aku flashback dengan semua yang ia lakukan untukku
mengkhianatinya adalah hal terbodoh yang aku lakukan
meninggalkannya adalah hal terbodoh yang aku lakukan
Bahkan tak satupun orang pun setelah ia mampu menggantikannya
yeaah..she was greatt


Sekali lagi aku cuma bisa bilang dalam tangisan sombong yang tak bersuara  aku merindukanmu cuk

Kamis, 02 Februari 2012

Aku Masih Ingin Melihat Senja Bersamamu


Sinar matahari kembali menyapaku pagi ini, seperti pagi yang sudah-sudah. Menyapa pori demi pori kulit yang menyambutnya dengan sapaan hangat, sehangat kerinduan yang menetas pada tiap tetes air mata manusia. Serupa air mataku.


Beberapa pasang mata mengintip melalui jendela. Mata yang tiada berhenti menggumamkan cerita. Menyumbangkan tawa luka. Memahat rasa sakit. Sedikit demi sedikit. Belum lama kutahu, mereka adalah mata kenangan yang dikirim pikiranku sendiri, yang masih ingin memadu rasa cinta kepada pagi, siang dan semua waktu yang tak tersebutkan. 


Kembali aku menuliskan hati kepada waktu. Menengadahkan rasa lupa dari luka. Mengintimidasi hening yang terbiasa melukai malam. Membutakan segala rasa yang tertuju pada hatiku yang dijauhi hatimu. Ini seperti sebuah kebenaran yang tiada mengenal kalimat adil.


Sejauh yang kuingat, aku telah mengakrabkan namamu pada harapan. Itu bukan perkara mudah, apalagi sepertinya mereka berjodoh. Setelah kamu memutuskan pergi, aku mungkin bukan lagi aku. Mungkin juga kamu bukan lagi kamu, di waktu aku memikirkanmu. Sejujurnya, sampai detik bait-bait ini terangkai.


Masih kental dalam lubuk kenangan, saat berulangkali aku berusaha memendam rasa gengsi demi mencari alasan supaya kamu menginapkan aku dalam pikiranmu walau hanya sesaat. Ketukan demi ketukan berulang kali aku alamatkan, sampai akhirnya kamu membuka pintu, menatap lalu mengajakku bertamu dan membiarkan hati kita saling bicara. 


Saat itu hore adalah teriakan keras yang membahana di galaksi ingatanku. Seakan nada-nada blues lupa diri dan merasa mereka adalah notasi-notasi rock ‘n’ roll yang dinamis. Begitu ritmis…, begitu manis. Itu adalah masa dimana bahagia adalah menu utama perbincangan kita.


 Semoga kamu ingat, bahwa batasan keyakinan bukanlah sesuatu yang mengganggu kita untuk tertawa bersama. Menyenangkan ketika Tuhan tidak mendikte kita untuk mengaitkan cinta walau cara pandang kita akan Dia berbeda.


“aku mencintaimu, tetapi aku lebih mencintai diriku,dan keluargaku” begitu katamu saat mengakhirinya. Tak lama setelah itu air mataku berkata “karenaku, kau tahu mencintai itu adalah pekerjaan berat kan?!’’ 


Ya, memang berat. Berat memang. Ini bukan tentang perpisahan yang membuatku bersedih, ini tentang aku yang mengenal kamu jauh sebelum aku mengenal rasa cintaku kepadamu.


Tapi aku juga ingat betapa cinta itu baik. Ia yang membuat pagiku segar tiap kali mengingatmu, membuat senjaku tersenyum saat merindukanmu dan membuat malamku menenangkan saat kita selalu bisa saling menemukan, nyata maupun maya. 


Saat menulis ini, aku sedang tersenyum dan bercanda dengan kenangan, melalui angan. Ya, angan adalah ruangan gratis tempatku bisa menyetubuhi perasaanmu, juga perasaanku. Sembari berdoa suatu hari nanti aku bisa menjadi dua, supaya bisa memelukmu di sana sambil merindukanmu di sini.


Baik-baik ya di sana. Mulai saat ini aku tak akan mengatakan “Mimpi indah ya!” lagi, tapi “hati-hati ya tidurnya!.”  Tahu kenapa? Hati-hati karena aku akan selalu memaksa untuk memasuki mimpimu dan menjadi aktor utama di setiap episodenya.


Satu lagi!!!...Aku masih ingin melihat senja bersamamu 

Jumat, 27 Januari 2012

Diam menangisi pagi..sambil terus menanti

Kita pernah berteriak dengan nada dan birama yang sama..mencoba menuliskan nasib tanpa ragu-ragu diudara


Menangisi kesedihan atau mentertawakannya saat ia tiada


Aku dan kamu adalah perpaduan yang sempurna....yha KITA


Kita pernah saling menuding dalam cemburu yang tidak mengenal batas


Hingga kita terus mencibir dalam kata nikmat


Tak ada lagi yang kudengar


Selain kenangan bersama hujan


yha hujan..


Hujan-hujan itu yang menemani aku ketika memelukmu


Dalam tangisan sombong yang tak bersuara..AKU MERINDUKANMU

Pada sebuah ketakutan aku bertahan

berteriaklah getarkan hatiku dengan suara paraumu lalu tinggalkan dengan ketakutan semu.
murkalah, atau termenung


semoga kamu belum lupa caranya berdoa menabung cindera mata dari orang lain yang menderita.
bagai siang-siang yang siap untuk dimalamkan


bagai laki-laki yang siap untuk diperempuankan aku ketakutan...
tapi aku bertahan karena aku tahu cinta tak akan diam jadi tertawalah seret kenangan dan kesakitan


pada tempat yang sama kawinkan mereka jika dapat membuatmu bergelimang suka aku bersama dunia yang sempurna dalam tawa mengangankan kebahagiaanmu..., bukan kejatuhanmu

Untuk Kekasih yang Membutuhkanku

Dia pasti tau bahwa aku mencintainya tanpa syarat apapun. Aku melihatnya dalam mimpi, mengeja keberadaannya dalam imajinasi lalu mengabadikannya di dalam hati. Dulu, sebelum mengenal dan memilikinya….




Memiliki dan dimilikinya adalah anugerah paling bergejolak yang pernah aku terima. Beradu pagut, saling membelai dan melenguh bersamaan adalah esensi hidup terindah yang aku rasa. Dulu, sebelum ditinggalkan dan aku menderita….




Menderita karena menggilainya, BENAR-BENAR MENGGILAINYA!! Hingga aku tak sanggup bicara, mendengar, menyentuh, meraba dan merasakan apapun selain dia. Dulu, sebelum merebutnya kembali ke dalam genggamanku dan akhirnya dia membutuhkanku….




Ya. Kini dia BENAR-BENAR MEMBUTUHKANKU.

Kamis, 20 Oktober 2011

Aku adalah Malaikatnya

"Your my angel"

Itu yang pernah diucapkannya kepadaku..yha aku mengingatnya dengan  baik..sebaik bagaimana aku

mencintainya.,sebaik bagaimana aku selalu mengerti dengan apa yang dilakukannya kepadaku.,

walaupun terkadang aku mengeluh.,tetapi aku hanya mengeluh  untuk diriku sendiri.,aku takkan bisa mengeluh

kepadanya.,karena baginya aku adalah malaikat.,malaikat yang bisa menenangkannya.,aaahh aku bahagia telah

melakukannya dengan baik..,aku senang melihat senyumnya ketika semua masalah memeluknya.,bahkan

dengan pelukan yang terlalu erat.,sehingga ia tersesak.,dan aku harus membantunya

itu yang aku lakukan dengan senang hati untuknya..

aku harap aku memang bisa seperti malaikat.,

malaikat yang tidak bisa merasakan sakit.,saat ada yang menyakitinya

malaikat yang selalu bisa "benar-benar" tersenyum saat wanita yang dicintainya menangisi kotak masa lalunya

malaikat yang selalu bisa memeluk wanita yang dicintainya.,walaupun tak tahu apakah sang wanita tulus memeluknya

malaikat yang bisa selalu mengerti tanpa harus memaksa untuk dimengerti

tapi satu hal yang aku mengerti AKU ADALAH MALAIKATNYA