Jumat, 27 Januari 2012

Diam menangisi pagi..sambil terus menanti

Kita pernah berteriak dengan nada dan birama yang sama..mencoba menuliskan nasib tanpa ragu-ragu diudara


Menangisi kesedihan atau mentertawakannya saat ia tiada


Aku dan kamu adalah perpaduan yang sempurna....yha KITA


Kita pernah saling menuding dalam cemburu yang tidak mengenal batas


Hingga kita terus mencibir dalam kata nikmat


Tak ada lagi yang kudengar


Selain kenangan bersama hujan


yha hujan..


Hujan-hujan itu yang menemani aku ketika memelukmu


Dalam tangisan sombong yang tak bersuara..AKU MERINDUKANMU

Pada sebuah ketakutan aku bertahan

berteriaklah getarkan hatiku dengan suara paraumu lalu tinggalkan dengan ketakutan semu.
murkalah, atau termenung


semoga kamu belum lupa caranya berdoa menabung cindera mata dari orang lain yang menderita.
bagai siang-siang yang siap untuk dimalamkan


bagai laki-laki yang siap untuk diperempuankan aku ketakutan...
tapi aku bertahan karena aku tahu cinta tak akan diam jadi tertawalah seret kenangan dan kesakitan


pada tempat yang sama kawinkan mereka jika dapat membuatmu bergelimang suka aku bersama dunia yang sempurna dalam tawa mengangankan kebahagiaanmu..., bukan kejatuhanmu

Untuk Kekasih yang Membutuhkanku

Dia pasti tau bahwa aku mencintainya tanpa syarat apapun. Aku melihatnya dalam mimpi, mengeja keberadaannya dalam imajinasi lalu mengabadikannya di dalam hati. Dulu, sebelum mengenal dan memilikinya….




Memiliki dan dimilikinya adalah anugerah paling bergejolak yang pernah aku terima. Beradu pagut, saling membelai dan melenguh bersamaan adalah esensi hidup terindah yang aku rasa. Dulu, sebelum ditinggalkan dan aku menderita….




Menderita karena menggilainya, BENAR-BENAR MENGGILAINYA!! Hingga aku tak sanggup bicara, mendengar, menyentuh, meraba dan merasakan apapun selain dia. Dulu, sebelum merebutnya kembali ke dalam genggamanku dan akhirnya dia membutuhkanku….




Ya. Kini dia BENAR-BENAR MEMBUTUHKANKU.