berteriaklah getarkan hatiku dengan suara paraumu lalu tinggalkan dengan ketakutan semu.
murkalah, atau termenung
semoga kamu belum lupa caranya berdoa menabung cindera mata dari orang lain yang menderita.
bagai siang-siang yang siap untuk dimalamkan
bagai laki-laki yang siap untuk diperempuankan aku ketakutan...
tapi aku bertahan karena aku tahu cinta tak akan diam jadi tertawalah seret kenangan dan kesakitan
pada tempat yang sama kawinkan mereka jika dapat membuatmu bergelimang suka aku bersama dunia yang sempurna dalam tawa mengangankan kebahagiaanmu..., bukan kejatuhanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar